Apakah Perbedaan Antara www dan non-www ?

Sadarkah Anda kalau kita ingin mengunjungi suatu situs, kita terkadang menuliskan situs tersebut dengan awalan www tapi terkadang kita menulisnya tanpa awalan www? Misalnya Anda ingin mengunjungi blog saya ini. Sebagian mungkin menuliskannya di address bar sebagai www.sinyalbisnis.com dan sebagian lagi hanya menulisnya sinyalbisnis.com.

Nah yang jadi pertanyaan, adakah perbedaannya? Ternyata jawabannya ADA!

Begini, pada kenyataannya pihak Google sendiri membedakan antara www dan non-www. Sehingga bukan mustahil bila PageRank suatu situs, katakanlah www.domainsaya.com bisa berbeda dengan domainsaya.com. Jadi cukup bahaya bagi kita yang ingin meningkatkan popularitas situs kita dan ternyata tanpa sadar kita membagi popularitas situs kita menjadi dua, satu dengan www, satu lagi tanpa www sehingga tidak akan maksimal.

Apakah ada solusinya? Untungnya jawabannya juga ADA!

Kita dapat memberitahu Google bahwa kedua domain itu adalah sama, untuk itu Anda perlu sebuah akun Google untuk melakukannya. Maaf agak out of topic, tapi saya merekomendasikan untuk para pembaca agar mempunyai akun di Google. Sebagian besar mengira akun Google hanya dapat dipakai sebagai layanan email, atau kita sering mendengarnya sebagai Gmail. Padahal Google menyediakan banyak fasilitas yang hanya bisa dipakai bila kita memiliki akun ini. Contoh selain Gmail adalah layanan blogger.com, adsense, dan webmasters tools yang akan saya singgung sedikit sekarang.

Kembali ke topik utama, untuk memberitahu Google bahwa kedua domain tersebut adalah sama, caranya sebagai berikut:

  1. Masuk ke Google Webmaster (sekarang berganti nama Google Search Console), bila belum login akun Google, nanti Anda akan diminta untuk login terlebih dahulu
  2. Daftarkan kedua situs Anda lalu tulis alamat situs Anda. Contohnya www.sinyalbisnis.com dan sinyalbisnis.com
  3. Verify kedua situs Anda. Saya sendiri melakukannya dengan meng-copy kode meta tag yang diberikan dan mem-paste-kannya di script situs saya di antara tag <head> dan </head> (hal ini cukup dilakukan sekali saja, toh mau pakai www ataupun tidak, script situs kita cuma satu itu saja). Bila sudah, klik Verify
  4. Pilih salah satu domain Anda dan Anda akan masuk ke dalam Dashboard. Di sini, klik Site Configuration, lalu Settings
  5. Di segmen Preferred domain, pilih sesuai keinginan Anda, apakah Anda ingin situs Anda dikenal dengan awalan www atau non-www. Dalam hal ini saya memilih ‘Display URLs as sinyalbisnis.com’ sehingga situs saya akan dikenal sebagai sinyalbisnis.com, tanpa awalan www.

Sekarang coba akses situs Anda dengan awalan www dan tanpa awalan www, bila kedua kedua halaman yang ditampilkan sudah sama, berarti Anda sudah berhasil. Sebagai contoh, coba ketikkan di address bar Anda www.sinyalbisnis.com. Apa yang terjadi? Ternyata secara otomatis akan berubah menjadi sinyalbisnis.com

Sip, sekarang Anda punya situs yang lebih terfokus, tergantung pilihan Anda, dengan www atau tanpa www. Saya sendiri menggunakan yang tanpa www. Dan selama ini setiap saya mendaftarkan situs saya di manapun, saya selalu menuliskannya sebagai https://sinyalbisnis.com

Menurut beberapa referensi, hal ini jangan diremehkan. Bila kita membiarkan situs kita terbagi menjadi 2, dengan www dan tanpa www, bisa-bisa berakibat fatal terhadap rank situs kita. Yah, jadi lebih aman bila kita memfokuskan pada salah satunya saja. Oke, semoga tips di atas cukup membantu!

Sedikit Tips Memilih Domain Untuk Blog

Setelah beberapa waktu melsayakan blog walking, saya menemukan info ini dari situs rekan blogger yang udah expert banget. Berikut ini beberapa tips yang menjadi pertimbangan dalam memilih nama domain untuk blog Anda. Sebelumnya, ada beberapa aturan dalam memilih domain: nama domain hanya boleh menggunakan huruf dan angka, karakter lain yang di perbolehkan adalah tAnda “-” (baca: strip atau dash), tetapi karakter “-” tidak diperbolehkan berada di awal dan akhir sebuah nama domain. spasi dan karakter lain tidak diperbolehkan. untuk nama domain, maksimun karakter yang diperbolehkan adalah sebanyak 63 karakter, tidak termasuk extensi domain (.com/.net/.org/.info dll). nama domain biasanya menggunakan huruf kecil semua, walaupun ketika di ketik menggunakan huruf besar/kapital pada browser juga bisa.

Tips memilih nama domain:

Identik, nama domain harus mewakili perusahaan, produk ataupun tema website Anda. sebaiknya gunakan nama perusahaan atau produk sebagai nama domain, apabila untuk website pribadi, gunakan nama Anda sebagai nama domain.

Gunakan .com, pilihan extensi utama ketika Anda memilih domain adalah .com karena lebih populer ketimbang extensi lainnya. selajutnya apabila sudah terpakai, pilih .net, .org, .info, .biz dan lainnya. kalau perlu, beli semua extensi yang ada dan forward ke satu website utama, hal ini untuk menjaga penyalahgunaan nama domain oleh orang lain, karena bisa saja orang menjatuhkan nama baik Anda atau website Anda dengan membuat website dengan nama sama dengan ekstensi yang berbeda.

Gampang diingat
, pilih domain yang gampang di ingat, unik, dan mudah di ucapkan. banyak website sukses dengan nama unik maupun kata-kata yang sering kita ucapkan sehari-hari, misalnya astaga.com, detik.com dll.

Jangan terlalu panjang, sama seperti nama pada umumnya, kalau namanya terlalu panjang, biasanya susah untuk di ingat, gunakan tanda “-” untuk pemisah untuk domain dengan dua suku kata atau lebih, atau karena sudah diambil orang, misalnya namadomain.com sudah diambil orang, coba alternative lain seperti nama-domain.com atau menggunakan ekstensi lain misalnya namadomain.net atau nama-domain.net

sebelum membeli domain, sebaiknya pikirkan secara mendalam nama yang akan Anda gunakan, Anda bisa mengecek apakah domain sudah dipakai orang atau belum atau dengan langsung mengetikkan pada browser Anda seperti ini -> http://whois.domaintools.com/namadomain.com atau bisa juga mengecek melalui web penyedia domain hosting.

Disitu Anda juga bisa melihat siapa pemilik/ registrant domain yang Anda cari apabila sudah diambil orang lain.